top of page

Kenal Lebih Jauh Mengenai Rasa Takut

  • balepsikologi
  • Jan 28, 2022
  • 2 min read

Ngeliat ular langsung teriak terus lemes. Nonton film atau acara horor bikin jantung serasa mau copot, tapi nagih. Berdiri di ketinggian tertentu langsung keringet dingin.

Ini wajar nggak sih?

Takut adalah sesuatu yang terjadi secara alami dan naluriah. Takut juga merupakan salah satu jenis mekanisme pertahanan diri. Saat kita merasakan ancaman, tubuh kita akan merespon dengan cara tertentu. Reaksi tubuh terhadap rasa takut bisa beragam, seperti berkeringat, meningkatnya detak jantung, serta adrenaline rush yang membuat kita menjadi waspada. Rasa takut menjadi pengingat alami pada tubuh kita akan adanya bahaya ataupun ancaman bahaya, baik bahaya yang bersifat fisik maupun psikologis.

​Respon fisik tersebut biasa disebut sebagai respon “fight or flight”, yang berarti tubuh kita sudah menyiapkan dirinya untuk menghadapi atau melarikan diri ketika takut itu muncul akibat adanya ancaman atau bahaya yang menyerang. Hal ini merupakan bentuk respon biokimia dalam tubuh kita.

​Respon emosional terhadap rasa takut bersifat personal, sehingga akan berbeda bagi setiap individu. Merasakan takut pada keadaan tertentu bisa jadi menyenangkan, seperti ketika kita menonton film horor. Beberapa orang tertentu bahkan akan mencari kegiatan yang dapat meningkatkan adrenalin, seperti olahraga ekstrem, dan lain sebagainya. Orang lainnya bisa jadi akan merespon ketakutan dengan cara yang berbeda, seperti menghindari sumber ketakutan bagaimanapun caranya.

Meskipun respon fisik terhadap takut itu sama, namun setiap orang yang merasakan pengalaman takut yang sama akan merespon secara psikologis secara berbeda , bisa positif maupun negatif, tergantung pada masing-masing orang yang mengalami.

Tanda-tanda kamu mengalami ketakutan

setiap orang mengalami tanda yang berbeda dalam menghadapi takut. Namun, berikut beberapa tanda yang umumnya muncul ketika seseorang mengalami ketakutan yaitu: 1). Nyeri dada, 2). Panas dingin, 3). Mulut kering, 4). Mual, 5). Detak jantung meningkat, 6). Sesak napas, 7). Berkeringat, 8). Gemetaran, 9). Sakit perut.

​Selain gejala fisik di atas, orang yang mengalami ketakutan juga bisa mengalami gejala psikologis. Gejala psikologis yang umum muncul ketika menghadapi takut dapat berupa merasa 1). kewalahan, 2). kesal, 3). merasa tidak terkendali, bahkan 4). muncul perasaan akan meninggal.

​Lalu, kenapa kita bisa mengalami takut?

Penyebab rasa takut bisa beragam. Beberapa orang mengalami takut bisa jadi akibat dari suatu pengalaman buruk atau trauma, sedangkan orang lainnya bisa jadi takut karena sebab yang lain. Namun, ketakutan juga bisa muncul karena adanya gejala fisik yang muncul pada situasi tertentu, seperti takut ketinggian karena membuat mual dan pusing.

​Berikut adalah beberapa pemicu rasa takut yang umumnya muncul.​

  1. Benda atau situasi tertentu (laba-laba, ular, ketinggian, dan lain-lain)

  2. Kejadian di masa depan

  3. Membayangkan suatu peristiwa

  4. Bahaya nyata yang ada di lingkungan

  5. Alasan yang tidak diketahui

Rasa takut merupakan emosi manusia yang wajar terjadi dan penting untuk membantu melindungi kita dari bahaya. Sehingga, dengan adanya rasa takut, kita bisa mempersiapkan diri untuk mengambil tindakan. Namun, takut juga bisa menyebabkan perasaan cemas yang bertahan lama. Jika hal ini terjadi, kita perlu menemukan cara untuk mengendalikan rasa takut agar bisa mengatasi perasaan dengan lebih baik dan mencegah kecemasan terus berlanjut. Jika rasa takut sudah terasa mengganggu keseharian, kita bisa berkonsultasi ke profesional seperti psikolog.

Source:


Comments


  • WhatsApp
  • Instagram
  • Facebook

087-854-441-946

balepsikologi@gmail.com

Waktu Pelayanan:
Rabu - Minggu
Pukul 9 AM - 15 PM

Alamat :
Jln. Prof Soepomo, Gang Pegadaian No. 18, Pancor
Lombok Timur. 

bottom of page