top of page

Gak Mau Ngalah, Gak Mau Salah Ketika Defensif Berpengaruh Pada Hubungan

  • balepsikologi
  • Jan 28, 2022
  • 3 min read

Ketika sedang berbincang dan ada pendapat yang berbeda, seringkali kita merasa tidak nyaman. Ketika sedang menyampaikan pendapat, terkadang ada beberapa orang yang menyampaikan atau menunjukkan ketidaksetujuan. Ketika sedang berargumen dengan pasangan, respon pasangan yang bertolak belakang sering dapat menimbulkan perdebatan yang lebih panjang. Keinginan yang tidak sejalan dengan pasangan terkadang mendorong kita untuk menyampaikan hal yang menguatkan apa yang kita inginkan. Pasangan tidak menyetujui apa yang kita pilih atau apa yang kita sampaikan, kita akan mencoba untuk membela apa yang menjadi pilihan kita. ​Pasangan menyalahkan apa yang kita sampaikan, dan kita akan mencoba untuk membela diri.


Apakah pernah ada dalam beberapa kondisi di atas?

Berargumen dan orang lain mencoba menyalahkan apa yang kita sampaikan, wajar nggak sih?

​Ketika menyampaikan pendapat atau berargumen, kita seringkali mempersiapkan diri untuk menerima respon yang akan diberikan oleh orang lain. Ketika respon yang diberikan menunjukkan ketidaksetujuan, kita akan mencoba untuk menyampaikan argumen yang dapat mendukung dan membela diri kita. Dalam keseharian, kita juga sering berselisih paham atau sering mendapatkan teguran dari orang lain. Ketika apa yang kita sampaikan berbeda atau apa yang kita lakukan tidak sesuai. Maka kita akan mendapatkan teguran, kemudian kita akan membela diri. Perilaku membela diri tersebut seringkali kita kenal dengan sebutan “defensive”.

​Kemudian, apakah hal ini dapat berpengaruh terhadap hubungan kita dengan orang lain?

​Tentu saja, Gottman mengatakan bahwa defensive merupakan salah satu dari “Four Horseman” dari perceraian. Defensif merupakan salah satu penyebab dari terjadinya perceraian. Selain hubungan romantis, defensive juga berpengaruh terhadap hubungan sosial kita sehari-hari. Tanpa kita sadari, kita seringkali melakukan pembelaan diri atau menjadi defensive, begitupun orang lain. Semua kita pasti pernah defensive, ini merupakan salah satu respon alami yang muncul ketika kita sedang berinteraksi.

Kenapa sih kita defensive?

​Situasi defensive pada umumnya muncul ketika ada kritik atau ada situasi dimana kita disalahkan oleh orang lain. Dalam situasi itu, seringkali kita merasa disalahkan sehingga hal ini dapat berpengaruh terhadap kepercayaan diri serta keberhargaan diri kita. Ketika kita merasa keberhargaan diri kita terancam, maka kita akan memilih tindakan untuk membela diri sehingga kita tidak tersudutkan.

Apakah menjadi defensive itu adalah hal yang baik?

Faktanya, defensive dapat menghalangi kita untuk terus tumbuh dan bekembang. Selain itu, perilaku defensive ini juga dapat berpengaruh terhadap perkembangan hubungan, kepuasan hubungan serta kesuksesan hubungan kita.

​Jika demikian, apa yang harus kita lakukan ketika dikritik atau disalahkan?​

  • Ingatkan diri kita pada nilai yang kita pegang

Ketika berfokus pada nilai yang kita pegang maka kita dapat menstimulasi naiknya keberhargaan diri kita. Dengan demikian, kemungkinan munculnya perilaku defensive menjadi lebih rendah.​

  • Lihatlah kritik sebagai tanda seseorang meyakini atau mempercayai kemampuan yang kita miliki

Ketika ia mengkritik, itu berarti ia tahu bahwa kita bisa melakukan suatu hal lebih dari yang kita kira. ​

  • Kembangkan “growth mindset”

Growth mindset” merupakan sebuah pola pikir berkembang. Ketika menanamkan pola pikir tersebut, kritik dan masukan akan selalu kita lihat sebagai peluang untuk bertumbuh dan berkembang. ​

  • Ketika hasrat untuk membela diri sangat menggebu, ulur waktu

Minta lawan bicara untuk terus menjelaskan dan melanjutkan masukan yang diberikan. Dengan demikian, kita bisa menenangkan diri kita.

  • Gunakan pernyataan yang diawali dengan kata “saya”

Dengan demikian kita merasa bertanggung jawab terhadap apa yang kita sampaikan. Kita juga dapat menyampaikan apa yang kita rasakan.


Ketika memegang beberapa prinsip diatas, maka kita akan dapat meminimalisir perilaku defensive kita.

​Kemudian, kalau cara menghindari agar orang tidak defensive harus seperti apa?

1. Ketika ingin memberikan masukan, awali dan gunakan dengan kata atau kalimat positif

Sampaikan hal tersebut dengan lembut dan baik. ​


2. Buatlah kalimat kritik sebagai permintaan

​Contohnya:

Kalimat umum : Kamu selalu berantakin meja kalau selepas kerja

Kalimat pengganti : Apakah boleh minta tolong beresin meja, jika sudah kelar bekerja?

​So? Perilaku defensive pada umumnya memang sering kita lakukan atau sering kita temui dalam keseharian kita. Hal ini dapat berpengaruh pada diri kita dan juga hubungan kita. Lakukan beberapa hal di atas untuk menghindari perilaku defensive.

​​

Source:


Comments


  • WhatsApp
  • Instagram
  • Facebook

087-854-441-946

balepsikologi@gmail.com

Waktu Pelayanan:
Rabu - Minggu
Pukul 9 AM - 15 PM

Alamat :
Jln. Prof Soepomo, Gang Pegadaian No. 18, Pancor
Lombok Timur. 

bottom of page