
Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, yang juga dikenal masa pubertas. Pada masa ini remaja mengalami perubahan fisik, kognitif dan sosioemosional. Mereka sedang melakukan eksplorasi untuk menemukan jati diri melalui aktivitas yang dilakukan dan juga dengan dunia pertemanan.
Masa remaja sering kali terlihat bertentangan dengan orangtua, guru, bahkan suatu aturan, namun masa remaja tidak selalu buruk. Maka dari itu, penting bagi mereka adanya peran orang tua dalam memberikan dukungan, perhatian dan bimbingan dalam menghadapi masa remaja ini.
Mengapa peran orang tua penting bagi remaja? Sebuah studi mengenai perkembangan remaja yang berfokus pada keluarga menunjukkan bahwa, orang tua memiliki peran penting dan berpengaruh pada kehidupan remaja daripada teman sebaya. Mereka mengatakan bahwa orang tua memengaruhi keputusan yang mereka ambil. Misalnya, 47% remaja mengatakan bahwa orang tua memengaruhi keputusan mereka mengenai kehidupan seks dan remaja lebih mengandalkan orang tua daripada orang lain ketika membuat keputusan penting.
Kualitas hubungan positif antara orang tua dan remaja tidak hanya berdasarkan kehangatan, dukungan, penerimaan keterikatan, tetapi didukung melalui pendidikan dan pengembangan keterampilan yang bisa menjaga remaja dari perilaku yang berisiko.
Maka dari itu, perkembangan remaja paling baik didukung oleh keluarga dan lingkungan rumah yang fleksibel dan terarah secara tepat. Dikatakan keluarga fleksibel jika mereka terbuka pada sebuah tantangan, terbuka pada nilai dan gagasan, dan menemukan cara utuk menyesuaikan diri selama transisi masa remaja.
Membangun hubungan keluarga yang positif dengan remaja guna membimbing, mengarahkan dan mempertahankan hubungan yang kuat bisa dilakukan melalui aktivitas sehari-hari bersama keluarga. Berikut beberapa aktivitas yang orang tua bisa lakukan.
1. Pertemuan keluarga
Pertemuan keluarga dapat membantu menyelesaikan masalah, memberikan setiap orang kesempatan untuk didengarkan dan menjadi bagian dari mencari solusi.
2. Luangkan waktu
Menyisihkan waktu berdua dengan anak akan memberikan kesempatan untuk tetap terhubung dan menikmati kebersamaan. Ini bisa menjadi momen untuk berbagi pikiran dan perasaan.
3. Rayakan pencapaian anak
Merayakan pencapaian anak, membagikan kekecewaan, dan mendukung hobinya akan membantu anak mengetahui bahwa Anda ada untuknya.
4. Tanggung jawab rumah tangga
Memberikan tanggung jawab rumah tangga akan membuat mereka merasa memberikan kontribusi penting dalam keluarga. Misalnya membantu anggota keluarga yang lebih tua ataupun lebih muda.
5. Aturan keluarga
Aturan, batasan, dan konsekuensi yang disepakati akan membantu mereka dalam mengetahui standar apa saja yang berlaku dalam keluarga dan apa yang akan terjadi jika mereka melewati batasan tersebut.
Comments