top of page

Cara Menstimulasi Perkembangan Anak

  • balepsikologi
  • Jan 28, 2022
  • 3 min read

Bun, penasaran gak sih kenapa usia anak-anak (khususnya usia 0-5 tahun) disebut sebagai usia emas (golden age)?

​Anak usia 0-5 tahun disebut sebagai usia emas karena pada usia ini sel-sel dalam otak anak berkembang dengan sangat pesat dibanding usia lain. Usia ini merupakan waktu terbaik bagi kita untuk membangun pondasi untuk membentuk kebiasaan anak, seperti bagaimana anak belajar. Sehingga, anak pada usia ini pula perlu distimulasi perkembangannya secara optimal.

​Salah satu kunci untuk perkembangan anak yang optimal adalah dengan mengeratkan hubungan antara orang tua dengan anak. Karena, melalui hubungan tersebut anak akan belajar mengenai berbagai informasi penting tentang dunianya seperti anak akan belajar apakah lingkungannya aman untuknya atau tidak, apakah dia diperhatikan dan dicintai, siapa yang peduli padanya, apa yang akan terjadi jika dia tertawa atau menangis, dan lain-lain. Selain itu, anak juga bisa belajar mengenai dunianya dengan melihat bagaimana kita sebagai orang tua atau orang dewasa yang mengasuhnya berinteraksi dengan orang lain. Ini adalah salah satu pondasi untuk mengembangkan kemampuan sosial dan komunikasi anak.

Selain melalui hubungan, menstimulasi perkembangan anak juga bisa dilakukan dengan beberapa kegiatan sederhana berikut:

1. Respon

Berikan respon yang tulus pada anak, bukan hanya saat dia memerlukan sesuatu. Misalnya saat anak masih bayi, kita bisa memberikan respon bukan hanya ketika anak menangis atau menggerakkan bagian tertentu di tubuhnya, namun kita juga bisa memberikan respon dalam bentuk perhatian dengan mengajaknya berkomunikasi dan memberikan sentuhan-sentuhan lembut seperti membelai rambutnya, mengusap tubuhnya, dan lain-lain. Hal ini bisa meningkatkan kepercayaan anak dan membuat perkembangan emosinya menjadi lebih stabil. Selain itu, anak menjadi belajar bahwa dia penting dan layak untuk diperhatikan.

2. Berbicara dan bernyanyi

Hal ini bisa dilakukan dengan tone suara yang lembut dan baik, ekspresi yang beragam, dan kosakata yang dimengerti anak (disesuaikan dengan pertambahan usia anak). Kita bisa melakukan ini kapanpun, misalnya saat sedang melipat baju di dekat anak, buatlah beragam komentar mengenai kegiatan yang kita lakukan. Dengan melihat dan mendengar kita, anak akan belajar mengenai kosakata baru, mendemonstrasikan emosi, serta belajar mengenai bagaimana bertindak pada situasi tertentu.

​​

3. Eksplor

​Ajarkan anak mengenai berbagai hal, seperti sesederhana membedakan tekstur yang kasar, halus, maupun lembek. Bisa juga dengan mengajarinya mengenai temperatur dengan menyentuh air yang hangat, normal, maupun dingin. Jangan lupa untuk membiarkan anak mengeksplor dunianya dengan menciptakan lingkungan yang aman ya bun.

4. Membaca buku

Meskipun anak belum mengerti apa yang kita ceritakan, setidaknya dengan membacakan buku untuk anak, anak akan tertarik dengan gambar dari buku tersebut dan suara maupun ekspresi dan kita yang membacakan. Dengan kegiatan ini, bisa meningkatkan hubungan dan ikatan emosi kita dengan anak, serta tentunya meningkatkan minat baca anak kedepannya.

5. Memutar musik

Musik bisa meningkatkan kemampuan indra anak, selain itu tentunya membuat anak menjadi senang. Bunda bisa memilih lagu dengan ritme berulang yang mudah dipahami anak dan mencoba untuk menarikannya bersama anak.

6. Bermain dengan tangan

Permainan seperti cilukba, pok ame-ame, ataupun bermain boneka tangan bisa membantu meningkatkan atensi/perhatian anak. Selain menyenangkan, menggunakan aktivitas tangan seperti ini bisa membantu kita untuk menunjukkan pada anak mengenai interaksi secara fisik dengan orang lain.

7. Mainan yang meningkatkan eksplor dan interaksi anak

Bermain balok merupakan salah satu jenis mainan sederhana yang bisa meningkatkan eksplor anak. Dengan menyusun balok, anak bisa belajar bagaimana mengatur strategi, keseimbangan, koordinasi, serta mengembangkan motorik halus anak.

8. Makanan sehat

Makanan yang sehat bisa memberikan energi dan nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang anak. Selain itu, makanan sehat bisa meningkatkan indra perasa anak. Selain itu, dengan membiasakan anak memakan makanan sehat sejak kecil, bisa membentuk pola makan hidup sehat hingga anak tumbuh besar.

9. Mainan dengan bahan yang tidak padat

Mainan sederhana seperti air, pasir, slime, dan plastisin bisa membantu mengembangkan indra peraba anak. Serta anak jadi belajar mengenai berbagai bentuk dan tekstur yang ada seperti benda cair, padat, maupun lembek.

10. Empati

Gunakan momen tertentu seperti saat seseorang terlihat senang, sedihatau kesal untukmengajarkan anak mengenai emosi, perasaan, kepedulian, berbagi, dan kebaikan. Hal ini bisa membantu perkembangan bahasa dan kognitif anak, selain itu juga bisa meningkatkan kemampuan sosioemosional anak.

Source:

Comments


  • WhatsApp
  • Instagram
  • Facebook

087-854-441-946

balepsikologi@gmail.com

Waktu Pelayanan:
Rabu - Minggu
Pukul 9 AM - 15 PM

Alamat :
Jln. Prof Soepomo, Gang Pegadaian No. 18, Pancor
Lombok Timur. 

bottom of page