Tips Hindari Diskon dan Kalap Belanja
- balepsikologi
- Jan 27, 2022
- 3 min read
Updated: Jan 28, 2022

Apakah kamu tipe orang kalau lagi jalan-jalan di pusat perbelanjaan, liat barang diskon 80%, langsung beli tanpa berpikir panjang, karena diskonnya berlaku hanya hari ini. Atau mungkin kalian tipe yang kalau lagi ada diskon 80% tapi gak langsung beli, mikir dulu butuh atau tidak barang ini, dengan harga sekian kayaknya aku bisa beli barang lain deh. Contoh lainnya, ketika terjadi situasi panik, individu akan cenderung untuk mencari lokasi yang aman untuk menyelamatkan diri. Individu akan merespon secara spontan ketika sedang berhadapan dengan situasi yang membahayakan diri. Namun pernah kah kita berpikir bahwa, terkadang respon spontan ini akan menimbulkan bertambahnya situasi yang kacau.
Contoh-contoh tersebut merupakan cara individu berpikir, menganalisa situasi dan berakhir pada pengambilan sebuah keputusan. Pada dasarnya otak kita terdapat dua sistem, yaitu sistem 1 dan sistem 2. Sistem 1 merupakan cara berpikir cepat, intuitif, dan emosional, dimana individu akan merespon secara otomatis. Sedangkan sistem 2 merupakan cara berpikir panjang, penuh pertimbangan, serta berpikir logis. Hal tersebut terjadi karena adanya proses mental untuk menganalisa suatu situasi dan kondisi.
Ketika dihadapkan dengan barang yang menggiurkan, dengan diskon besar, bagaimana caranya agar tidak langsung bertindak untuk membeli barang tersebut? Adanya diskon besar-besaran dapat “menjebak” kita terhadap informasi yang disampaikan. Itulah pentingnya kita harus membiasakan diri untuk mampu berpikir kritis. Kita harus dapat menganalisa, memilih, dan membiasakan diri untuk menggunakan sistem 2. Sebelum tergiur dengan diskon, pastikan apakah barang-barang tersebut kalian butuhkan atau tidak.
Terjebaknya kita dalam promosi penjualan disebabkan karena adanya bias kognitif. Hal ini dapat membuat kita membeli barang tanpa berpikir panjang. Lalu bagaimana caranya agar terhindar dari bias kogntif ketika berbelanja? Begini Caranya :
Hindari berbelanja karena ingin diperhatikan atau mendapat pengakuan dari orang lain. Ketika hendak berbelanja, pastikan barang tersebut memang barang yang kalian butuhkan. Hindari berbelanja karena agar orang lain memperhatikan kalian menggunakan barang tersebut.
Pastikan untuk melihat produk lain, untuk menjadi opsi tambahan. Karena memungkin kan untuk kita mendapat barang lain yang serupa dengan harga yang lebih murah dengan kualitas yang sama dengan barang sebelumnya.
Buat rancangan dan anggaran belanja. Hal ini perlu dilakukan agar kita tidak terpengaruh atau bingung dengan model ataupun harga yang ada di toko. Bolehlah untuk browsing harga ataupun model sebelum berbelanja.
Tetap berpegang teguh pada tujuan. Ketika kalian hendak membeli barang dengan harga 4000, namun harga yang ada di toko lebih dari harga itu, maka tetapkan tujuan kalian untuk membeli barang dengan harga awal.
Jangan mudah terpengaruh oleh iklan. Ketika kalian melihat iklan brand tertentu secara terus menerus, hal tersebut dapat memengaruhi keputusan belanja kalian. Maka dari itu, fokus untuk melihat manfaat dari barang, jangan hanya berpacu pada merk.
Buat alasan logis setelah berbelanja. Setelah berbelanja dan ternyata barang tersebut tidak berguna, kalian dapat menukar produk tersebut dengan produk lain yang lebih berguna.
Hindari belanja dengan terburu-buru. Ketika melihat diskon, jangan langsung untuk buru-buru membeli barang tersebut. Tunggu beberapa saat, lalu pikirkan apakah barang tersebut benar-benar kalian butuhkan atau tidak. Dan pikirkan apakah barang tersebut akan kalian gunakan dalam waktu yang lama atau hanya sebentar.
Buat list belanjaan dan gunakan uang tunai. Membuat daftar belanjaan dan uang secukupnya akan membuat kalian terhindar dari perilaku berbelanja impulsif.
Hindari berbelanja karena “ikut-ikutan”. Berbelanja dengan mengikuti trend akan membuat pengeluaran menjadi berlebihan. Sesuaikan anggaran dan kebutuhan kalian, karena tidak menjadi masalah ketika tidak berbelanja mengikuti trend.
Berada pada lingkungan sosial yang tidak menuntut. Dengan berada di lingkungan sosial seperti ini, kalian akan cenderung untuk tidak terpengaruh oleh gaya hidup orang lain dan tetap fokus pada batasan keuangan dan kebutuhan yang kalian miliki.
Source :
Comments