Cara Menghadapi Bullying (jika kita adalah korban)
- balepsikologi
- Jan 27, 2022
- 2 min read

Bullying atau perundungan sering kali menjadi perbincangan. Secara umum bullying merupakan sikap menyakiti yang ditunjukkan kepada orang, baik secara verbal maupun fisik. Bullying verbal seperti menyakiti seseorang dengan menyebutkan nama atau mengejek. Bullying fisik seperti tindakan memukul, menendang, mendorong atau meninju.
Ada juga perbuatan tidak langsung yang dapat menyakiti orang lain seperti pengeroyokan dan menyebarkan rumor atau bergosip. Adapun cyberbullying dilakukan menggunakan alat komunikasi yang disebar melalui media untuk menyebar rumor yang dapat menyebabkan kerugian pada korban bullying. Bullying ini bisa terjadi dimana saja. Misalnya di lingkungan rumah, tempat kerja, media sosial, bahkan di sekolah.
Sebagian besar bullying terjadi di lingkungan sekolah dan taman bermain. Sekitar 20 persen siswa melaporkan di tindas di sekolah. Menurut Pusat Statistik Pendidikan Nasional, dimana anak laki-laki dan perempuan memiliki kecenderungan yang sama untuk di bully.(1)
Sebuah artikel dari American Psychological Association merangkum beberapa latar belakang tindakan bullying kalangan anak-anak dan remaja. Beberapa faktor yang berhubungan dan berkontribusi dalam tindakan bullying yaitu, family influences, peer influences, school influences, community/cultural influences (2)
Beberapa mitos dan fakta terkait bullying yang terjadi di lingkungan sekitar kita:
1. Satu
Mitos: tidak mengapa memukul orang yang menindas kita, itu membuatnya jera
Fakta: bisa dipahami jika mungkin kalian merasa marah, tetapi jika kalian menjadi kasar atau agresif, hal tersebut dapat memperburuk keadaan
2. Dua
Mitos: sifat perundungan berasal dari gen
Fakta: perilaku bullying sering mengadopsi perilaku dari lingkungannya, disisi lain bullying yang mereka lakukan terkadang merupakan bentuk reaksi akibat mereka ditindas orang lain
3. Tiga
Mitos: bullying hanya terjadi di sekolah
Fakta: memang sebagian besar bullying terjadi di sekolah, tetapi bullying bisa terjadi dimana saja.
4. Empat
Mitos: Online bullying tidak berbahaya, karena hanya lelucon
Fakta: online bullying sangat berbahaya, karena informasi yang disebar akan beredar dengan sangat cepat, tidak bisa dikontrol, dan akan meninggalkan jejak informasi
5. Lima
Mitos: cyberbulling tidak menyebabkan cidera fisik, apa salahnya?
Fakta: cyberbulling tidak meninggalkan bekas luka secara fisik, namun meninggalkan bekas luka emosional yang bisa bertahan lama dan terkadang korban bullying tidak pernah bisa melupakannya.
Di-bully itu sangat menyebalkan, menyakitkan, bahkan menakutkan. Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi bullying? Berikut beberapa tips untuk menghadapi bullying dan agar terhindar dari bullying :
Cobalah untuk tetap tenang
Jangan biarkan kata-kata menyakitkan membuat kalian sedih, hindari pelaku bullying dan area terjadinya intimidasi, jika bertemu jangan katakan apa-apa dan pergilah
Hindari menanggapi online bullying, seperti terlibat dalam obrolan, karena merasa membuat kalian merasa terbebani secara pikiran dan merasa lebih buruk
Habiskan waktu bersama orang-orang yang membuat kalian merasa nyaman dengan diri sendiri
Jika kalian merasa sangat sedih atau tidak aman, carilah bantuan orang dewasa, beritahu orang yang kalian percaya
Source:
Swearer,S,M., & Hymel,S.(2015). Understanding the Psychology of Bullying: Moving Toward a Social-Ecological Diathesis–Stress Model. American Psychologist, Vol. 70, No. 4, 344 – 353, American Psychological Association.
https://www.bullying.co.uk/general-advice/bullying-myths-and-facts/
Comentarios