top of page

Cara Memaafkan

  • balepsikologi
  • Jan 27, 2022
  • 2 min read

Memaafkan merupakan sebuah proses melepaskan dendam ataupun amarah. Memaafkan sangat penting bagi kesehatan mental untuk mereka yang pernah menjadi korban ketidakadilan atau trauma. Memaafkan terbukti dapat meningkatkan suasana hati, optimism, serta menghindari seseorang dari kemarahan, stress, kecemasan dan depresi.

Memaafkan bukan hanya berkaitan dengan memaafkan orang lain, namun juga memaafkan diri sendiri. Menurut situs kesehatan WebMD.com mengatakan bahwa mencoba untuk memaafkan akan membentuk sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat, tekanan darah lebih rendah, serta menurunkan hormon stress.

Penemuan tersebut juga didukung oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Health Psychology, dikatakan bahwa memaafkan diri sendiri dan orang lain dapat menurunkan stress dan meningkatkan kesehatan mental.

Bob Enright, PhD, seorang psikolog University of Wisconsin, Madison, yang memelopori studi forgiveness mengatakan bahwa true forgiveness akan membuat kita menjadi lebih positif – empati, belas kasih, pengertian terhadap orang yang menyakiti kita.

Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa forgiveness berkaitan dengan kesehatan mental seperti berkurangnya kecemasan, depresi, gangguan kejiwaan, dan lebih sedikit mengalami gangguan fisik serta tingkat kematian yang lebih rendah.

Memaakan memang membutuhkan kesiapan, terkadang kita tidak mau memaafkan karena rasa sakit yang kita rasa terlalu dalam, atau bahkan orang tersebut tidak menyatakan penyesalan. Jika kalian mencoba untuk memaafkan, cobalah untuk mengidentifikasi apa yang kalian rasakan, ungkapkan dan lepaskan amarah dan rasa sakit yang dirasa.

Yuk luangkan waktu dan cari tempat yang nyaman untuk kita bisa mengevaluasi langkah apa yang harus kita ambil untuk memaafkan seseorang ataupun suatu kondisi tertentu. Berikut 4 tahapan yang bisa kamu lakukan untuk memaafkan meskipun rasanya sangat tidak mudah.

1. Evaluasi kejadian

Untuk memaafkan, kalian perlu menerima perasaan mengenai kejadian tersebut. Ketahui apa yang membuat kalian merasa marah, kecewa, ataupun sedih dengan kejadian tersebut. Dalam proses penerimaan, ekspresikan jika kalian merasa kecewa, marah, sedih. Karena itu akan membuat kalian mengakui bahwa kalian sedang berada pada perasaan yang tidak nyaman.

2. Akui sebuah kejadian sebagai pertumbuhan diri

Jadikan kejadian tersebut sebagai proses untuk kalian belajar mengenai diri sendiri dan memberikan batasan pada diri untuk membentuk situasi yang nyaman. Akui bahwa kejadian tersebut merupakan sebuah proses untuk kalian bisa bertumbuh.

3. Mencoba memahami apa yang dilakukan orang lain

Pikirkan bahwa orang yang pernah membuatmu merasa tidak nyaman adalah manusia yang tidak sempurna, begitupun diri sendiri. Perilaku yang dimunculkan, yang membuatmu kecewa dan marah adalah sebuah tindakan yang dilakukan karena kebutuhan dan kepercayaannya. Begitupun dengan kita, terkadang akan bertindak sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan.

4. Berikan keputusan

Berikan keputusan apakah kalian akan memberitahu apakah kalian memaafkannya atau tidak. Jika kalian memutuskan untuk tidak mengungkapkan pada orang tersebut, ucapkan pada diri sendiri bahwa kalian telah memaafkannya dan berikan alasan mengapa kalian memaafkan.

Memaafkan mungkin akan terasa sangat tidak mudah, bahkan ketika kejadian tersebut sangat membekas. Tapi tetaplah untuk berproses, tetap belajar memaafkan, karena memaafkan bisa melindungi diri dari berbagai gangguan, baik gangguan fisik ataupun psikologis.

Source:

Comments


  • WhatsApp
  • Instagram
  • Facebook

087-854-441-946

balepsikologi@gmail.com

Waktu Pelayanan:
Rabu - Minggu
Pukul 9 AM - 15 PM

Alamat :
Jln. Prof Soepomo, Gang Pegadaian No. 18, Pancor
Lombok Timur. 

bottom of page